Kalau belum melihat part 1 boleh klik disini
Kalau belum melihat part 2 boleh klik disini
Belum 4 jam terlelap diatas kapal dengan gelombang laut yang berayun lembut, suara Naim membangunkan kami semua untuk segera bersiap-siap sebelum tracking, dinginnya angin laut membuat malas untuk berpijak dari kamar yang dapat diisi sampai 5 orang. setelah bersiap-siap, kami pun dibawa menggunakan perahu ke daratan Pulau Padar.
Pulau Padar
![]() |
| Sunrise di puncak Pulau Padar |
![]() |
| Pulau Padar diatas ketinggian |
Waktu menunjukan pukul 05.00, mata masih melawan kantuk sambil menaiki satu persatu anak tangga, matahari belum juga muncul, beberapa traveler lainnya cukup pandai dan siap dengan membawa senter untuk menuju puncak Pulau Padar, tapi walaupun harus tracking selama 45 menit, medan untuk menuju puncak tidaklah terlalu sulit karena masih tersedia anak tangga yang terbuat dari batu, traveler hanya perlu fisik yang cukup dan persediaan air didalam tas.
Sepanjang jalan menuju puncak Pulau Padar memang sangat ramai, tidak jarang traveler lain memberikan semangat satu sama lain. sesampainya di puncak, saya dan team disapa hangat oleh matahari pagi yang muncul dengan gagahnya di pucuk timur lautan Labuan Bajo, sungguh pemandangan yang sangat mahal, saya hanya memotret beberapa kali, sisanya saya gunakan untuk menikmati kekayaan negri ini, deretan pulau nan elok, birunya langit, alunan ombak di tepi daratan dan udara yang begitu segar tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata.
| Sarapan; Nasi goreng, Indomie, telur dadar dan kerupuk |
Balik ke kapal, kami dapat kejutan lagi dari 'chef' Indomie, nasi goreng lengkap dengan telur dadar dan kerupuk. siapa yang bisa menolak Indomie di pagi hari? sambil sarapan kami lanjut ke destinasi berikutnya.
![]() |
| Karang yang membuat pantai menjadi berwarna Pink |
Kapal kami bertolak tidak jauh dari Pulau Padar dan singgah di sebuah pulau yang airnya jernih, tenang, dan berwarna pink. ini bukan pink beach, tapi Long Beach terang mas Naim. Pink Beach tidak dapat disinggahi dikarenakan beberapa traveler yang merusak karang yang ada di sana, sehingga untuk saat ini Pink Beach ditutup untuk traveler. tapi jangan sedih, Long Beach juga memiliki pasir berwarna pink dengan hamparan garis pantai yang panjang, setelah mengambil beberapa gambar, saya dan team dipersilahkan menikmati bermain air dan berenang, pasir yang halus membuat betah berlama-lama ditempat ini sambil memandangi hamparan warna pink yang dihasilkan dari jenis karang berwarna merah, tapi sebaiknya jangan sampai dibawa pulang, karena akan merusak ekosistem di tempat ini, cukup ambil foto ya..
Manta Point
Belum lama kapal kami bertolak ke lautan, Naim kembali memanggil kami untuk bersiap-siap, alat snorkling dan baju pelampung telah disiapkan di bagian balkon kapal, beberapa kami mulai serius mendengarkan arahan dari Naim, kami diminta untuk tetap menjaga keselamatan dengan menggunakan pelampung dikarenakan arus laut yang cukup kuat, saya dan team lalu menaiki sampan yang sudah ready mengantar kami 'berburu' Manta (Pari) yang banyak ditemui di titik ini hingga disebut 'Manta Point'. berenang di arus laut yang kuat membuat kami kelelahan, tapi setelah bertemu kawanan Manta, lelah digantikan dengan ras kagum, excited, heboh. beberapa kawanan Manta bermain-main dibawah kaki kami, menari dengan elegant sambil memperlihatkan keindahan bawah laut Labuan Bajo. Jujur saya tidak mengambil banyak gambar pada saat saya snorkling karena tujuannya adalah menikmati langsung moment-moment ini, jadi hanya ada beberapa foto yang diambil oleh Naim, tour leader kami. setelah puas meilhat Manta kami kembali ke kapal untuk menikmati hidangan yang telah disediakan team Indonesia Juara untuk kami, Cumi goreng tepung, cumi balado, kentang goreng, sayur, dan tempe kecap, ditemani nasi hangat dan Nenas yang segar.
Taka Makassar
![]() |
| Sumber https://yachtkomodo.com/taka-makassar/ |
Matahari masih dengan gagahnya bersinar, kami tiba di sebuah pulau yang bernama Taka Makassar, pulau ini adalah pulau kecil yang merupakan pasir timbul yang berada di perairan Taman Nasional Komodo, dengan pulau kecil ini dikelilingi dengan pasir putih dan air laut yang sangat jernih. kami mengambil beberapa foto ditempat ini sebelum lanjut ke destinasi berikutnya, Snorkling di Pulau Sebayur.
Pulau Sebayur
Sudah tidak kenal dengan namanya matahari siang, kami pun dengan girang bercebur di laut Pulau Sebayur, disini saya dan team diajak menikmati pemandangan bawah laut yang begitu kaya, terawat, dan dipenuhi ikan-ikan yang berwarna-warni, saya merasa tidak sia-sia berlatih berenang dengan intens sejak 4 bulan sebelum saya sampai di tempat ini, bunga karang membentuk bukit dibawah laut, tertata apik bersama hewan lainnya yang mungkin jarang ditemui di tempat lain, airnya yang jernih dan tenang membuat saya dan team berdecak kagum.
Setelah lelah bermain air seharian, waktunya 'chillin' diatas kapal sambil menikmati sunset ditemani secangkir teh panas, biskuit dan kapal-kapal phinisi yang bertengger bersama di tepi Pulau Kanawa.
Pulau Kanawa
Hari ke-3 punya jadwal yang tidak seberapa padat, setelah bermalas-malasan di dalam kapal, bercengkrama sambil bercerita pengalaman hari ke-2 kami, aroma nasi kuning tercium dari dapur, pagi ini team Indonesia Juara menyiapkan hidangan menarik sbelum menyelesaikan trip Sailing Komodo kami.
Hari ke tiga jadwal kami adalah chillin di pantai dan snorkling di Pulau Kanawa, pulau ini cukup aman untuk snorkling bagi pemula karena spot snorkling berada di dekat dermaga dengan air yang tenang. beberapa lainnya sibuk mengambil foto atau bersantai ria di pantai dengan pasir putih ini. disini juga terdapat cafe untuk sekedar menikmati makanan ringan. oya.. jangan lupa berfoto di jembatan/dermaga kayu yang cukup iconik. tapi menurut saya disini tidak banyak hal menarik yang dapat dilakukan hal ini mungkin dikarenakan destinasi sebelumnya sudah sangat wow..
| Dermaga menuju pulau Kanawa |
| Pulau Kanawa |
Pukul 12.00 kapal kami menuju ke daratan Labuan Bajo, setelah packing, bertukar kontak satu sama lain dengan team sekapal yang baik dan penuh dengan pengalaman seru, kami meninggalkan kapal yang sudah menjadi tempat tinggal kami selama 3 hari di lautan. pengalaman datang ke Labuan Bajo menjadi pengalaman yang tak terlupakan buat saya menikmati indahnya Bumi Indonesia yang memiliki pulau-pulau cantik, masih sangat alami, dan ekosistem yang harus selalu kita bersama jaga. banyak pengalaman yang mungkin tidak dapat saya ceritakan secara detail dan diungkapkan dengan kata-kata, one time saya akan kembali dengan membawa kembali kenangan manis dari Labuan Bajo.
Di blog berikutnya saya akan membahas tentang tips dan apa yang perlu disiapkan sebelum Sailing Komodo di Labuan Bajo.
Thank You
Regards,
Holiman Chandra










0 Komentar