Menikmati Pesona Gili, Lombok (Part 2)

Port Gili Air

Sudah tahu saya ke Gili apa dalam perjalanan kali ini?, ya saya ke Gili Air. Mengapa Gili air? Memilih Gili apa yang akan kita kunjungi haruslah sesuai dengan karakter dan kondisi kita, karena perjalanan saya adalah Solo Travelling dan tujuan saya adalah mencari tempat yang tenang maka Gili Air adalah tempat yang cocok menurut saya.

Port Padangbai, Bali
Akses ke Gili dapat kita tempuh melalui Pulau Lombok/Mataram dengan melalui port Bangsal, dan Bali melalui Port Padangbai. Perjalanan saya dimulai dari Bali dengan membooking tiket fastboat di Wahana Travel, harga tiket sebesar Rp. 440.000 untuk perjalanan pergi-pulang, atau Rp. 350.000 untuk sekali jalan. Kita akan diminta memilih ingin berangkat jam berapa, dan dijemput dimana, layanan free pick up service jika daerah hotel kita berada di daerah Sanur, Seminyak, Kuta, dan jalan besar Ubud, untuk daerah selain itu kita perlu menambah sebesar Rp. 50.000 per orang. Kita akan dijemput pada pukul 06.00-07.00 untuk keberangkatan pukul 09.30, dan 10.00-11.00 untuk keberangkatan jam 13.00, sebaiknya kita sudah bersiap sebelum jam penjemputan karena harus share suttle dengan wisatawan lain. untuk jam kembali dari Gili terdapat 2 pilihan, jam 10.30 dan 15.00, sesampainya di Port Padangbai, kita kan dipersilahkan untuk Check in dan ditukarkan stiker yang menunjukan tujuan Gili kita.

Gili Air
Perjalanan dengan fastboat dari Port Padangbai (Bali) ke Gili Air memakan waktu 1,5 jam, sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan pulau-pulau kecil dan laut yang biru, untuk pulau pertama yang akan disinggahi adalah Gili Trawangan, Gili Meno, lalu Gili Air. Sesampainya di Gili Air, jangan berharap kita akan dijemput dengan mobil mewah atau taksi, disini kita hanya bias berjalan kaki atau menggunakan kendaraan tidak bermotor seperti sepeda dan Cidomo (telah saya tulis di blog sebelumnya). Tapi tenang saja, penduduk di Gili Air sangatlah ramah, untuk solo traveler seperti saya, mereka sangat welcome dan tidak jarang menjadi teman ngobrol saya selama di Gili Air.

Gili air memiliki suasana yang tenang, pulau dikelilingi oleh Villa, Bungallow, dan café dengan nuansa khas rumah pantai, sesampainya di Hotel Saya, Balengku Dua (akan saya review di blog selanjutnya), saya memesan sepeda sebagai alat transportasi saya selama di Gili Air, dengan membayar Rp. 40.000 per hari. Seperti anak-anak yang melihat permen, saya mengelilingi pulau di hari yang cukup terik hingga sunset, bahkan sampai lupa menggunakan sunblock. Sesampainya di bagian barat pulau Gili Air, saya mendapati banyak kelompok wisatawan yang sedang duduk, yoga, ataupun meditasi sambil menunggu sunset yang sangat bersih dan indah.

Suasana Sunset di Gili Air
           
Pemandangan selama perjalanan

Gili air cukup sepi pada malam hari, tidak banyak ‘party’, hanya ada sebagian bar yang mengadakan live music atau DJ untuk wisatawan, untuk wisatawan lokal mungkin kita akan sulit untuk mendapatkan makanan Indonesia, malam ini saya makan sepiring besar Spaghetti Bolognasie dengan segelas jus apel dan salad.

Air laut Gili yang jernih

Sunrise di timur Gili Air
Pagi di Gili juga terasa luar biasa, Pukul 05.30, Sunrise sudah menghiasi bagian Timur dari Gili Air, jogging pagi sambil mendengarkan musik favorit menjadi pilihan saya, udara segar tanpa polusi membuat oksigen yang kita hirup benar-benar murni. Banyak kegiatan yang dapat kita lakukan di Gili, berenang dengan laut yang biru, snorkeling, diving, duduk di café sambil mendengarkan musik, atau memuaskan jiwa Photography anda, karena begitu banyak spot yang instagramable untuk diabadikan, berikutnya saya akan mereview hotel yang saya tinggali selama di Gili Air. see you on the next blog. Instagram @HolimanChandra

0 Komentar